Selasa, 08 Mei 2012
10 Macam Kejadian Aneh dan Misteri Dunia Yang Belum Terungkap Hingga Kini
Banyak kejadian aneh dan misterius yang tak dapat dijelaskan dengan akal sehat. Secara ilmiah sulit diurai, mungkin hanya lewat supranatura. Artikel ini bukan dimaksud membahas hal-hal klenik, tapi kejadian-kejadian ini sungguh terjadi dan sampai sekarang tak mampu dijelaskan sebab musababnya. Bahkan FBI yang telah turun tangan pun ‘menyerah’ dan masuk dalam ‘X Files’.
Novel Surat Kecil untuk TUHAN( True story Gitta Sessa Wanda Cantika )
Hai Sobat, namaku Keke. Umurku 13 tahun ketika aku divonis mengalami penyakit kanker ganas bernama Rabdomiosarkoma, sulit bagiku untuk mengerti penyakit apa yang menyerang bagian wajahku itu bahkan untuk menyebut ulang nama penyakit itu, aku sangat kesulitan. Dokter bilang aku terkena kanker jaringan lunak yang sangat langkah dan menjadi orang pertama di Indonesia yang mengalami penyakit itu.Aku sedih ketika ayahku menangis menolak permintaan dokter untuk melakukan operasi di wajahku. Dokter bilang: bila aku tidak melakukan operasi, maka hidupku tidak akan bertahan lama lebih dari 3 bulan. Aku sangat terkejut, karena penyakit itu tidak memiliki tanda-tanda apapun selain aku mengalami sakit mata yang diikuti dengan mimisan yang terjadi selama seminggu. Kanker itu hanya seukuran kuku jariku dan bersarang di bagian pelipis mataku, tapi operasi itu mengharuskan aku kehilangan sebagian wajah kiri dan mataku.
Ayahku tentu tidak akan rela aku kehilangan bagian wajahku karena aku adalah seorang anak gadis yang akan tumbuh dewasa bagaimanapun kelak. Aku tidak pernah paham seberapa menakutkan penyakit itu hingga aku merasakan sendiri bagian wajahku mulai membengkak sebesar bola tenis dan buta. Ketika aku menangis merasakan kesakitan, ayahku tidak pernah mau jujur mengatakan penyakit itu. Hingga akhirnya aku berjuang hidup selama 3 bulan mencari pengobatan tradisional dan seseorang ulama mengatakan padaku aku terserang kanker.
Perasaanku saat itu sangat hancur, aku tau hidupku tidak akan lama lagi dengan keadaan buta dan kehilangan pernafasan hidung sebelah kiriku. Aku menangis dan protes kepada Tuhan, mengapa ia tega merenggut masa remajaku dan kesempatanku untuk menjadi penyanyi dan model. Air mata yang berjatuhan setiap harinya tak pernah kulewatkan ketika rasa sakit kanker itu datang. Walau demikian aku sungguh beruntung, sahabat-sahabatku, keluargaku dan kekasihku selalu ada disampingku untuk memberikan dukungan tanpa henti.
Ketika aku mulai pasrah Tuhan menjemputku, Aku hanya berdoa berharap kepada Tuhan agar ia memberikan aku waktu lebih lama di dunia ini untuk mengucapkan selama berpisah dengan sahabat, kekasihku dan terutama untuk membuat ayahku bahagia lebih lama.Disaat itu aku tidak mampu berdiri dan mengalami kritis. Tuhan mendengar doaku, disaat itulah aku mendapatkan sebuah mujizat, seorang dokter menyelamatkanku dari penyakit itu disaat-saat terakhir hidupku. aku sembuh dan kanker diwajahku menghilang secara ajaib.
Aku merasakan kebaikan tuhan padaku dan melawan vonis kematian yang dikatakan dokter padaku, aku pun berjanji padanya mulai saat itu untuk bersyukur akan kehidupan yang ia berikan padaku. Usai penyakit itu hilang dalam hidupku, Aku melewatkan hari-hariku dengan bahagia bersama keluarga dan teman-temanku, aku menghabiskan waktuku dengan belajar kitab suci dan mendekatkan diriku pada Tuhan. Hidup-hidupku pun berlalu dengan bahagia walaupun pada akhirnya hal yang tak kuharapkan terjadi lagi dalam hidupku ketika kanker itu kembali padaku, kini ia menyerang wajah sebelah kananku.
Disaat aku mendapatkan vonis itu kembali, aku tidak lagi takut dan aku tidak lagi marah kepada Tuhan. Aku bersyukur padanya, ia memberikan aku kesempatan lebih lama di dunia ini untuk dapat bersama sahabat, keluargaku dan kekasihku.Walau air mata berjatuhan disampingku, aku berusaha untuk tegar dan mengatakan kepada semua orang, kalau ujian dalam hidupku adalah tanda sayang Tuhan kepadaku.
Dokter yang menyelamatkan hidupku pertama kalinya menyerah, ia tidak sanggup lagi menyelamatkanku. Aku hanya tersenyum dan berjanji untuk bertahan hidup hingga aku bisa melewatkan ujian terakhirku di dunia ini agar bisa lulus di bangku SMP. Walau aku buta dan lumpuh, aku berjanji pada Tuhan dan sahabat-sahabatku untuk lulus dan memakai seragam SMA.
Sobat, hidup adalah anugerah yang indah. Atas kebaikan Tuhan, aku mampu mengikuti ujian sekolah dengan kondisiku yang semakin parah. Aku bersyukur karena bisa lulus dengan baik dan sampai akhirnya mampu memakai seragam rok abu-abu bersama sahabat-sahabatku walau hanya sehari disaat sebelum aku harus dilarikan ke rumah sakit karena darah terus mengalir di hidungku.Kematianku semakin dekat dan itu bisa kurasakan disaat hembusan nafasku semakin berat.
Tapi aku tidak ingin pergi dari dunia ini tanpa menuliskan suratku kepada Tuhan..surat yang telah membuatku hidup sebagai seorang gadis yang berjuang untuk hidup dan ribuan anak-anak lain yang mengalami penyakit kanker yang sama denganku.
Aku berharap ketika aku tidak ada lagi di dunia ini, kisahku menjadi inspirasi bagi siapapun yang ada di dunia ini untuk bersyukur akan hidup. Karena Tuhan begitu mencintai kita dengan cobaannya.
Sobat.. bila ada tawa di dunia ini, maka akan ada tangis disampingnya.
In memorial gitta sessa wanda cantika.
Surat Kecil Untuk Tuhan
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain.
Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu
Tuhan…
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu
Tuhan…
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..
Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh, agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.
Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
kepada ayah dan sahabat-sahabatku
Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup
kepada siapapun yang mengenalku..
Tuhan ..
Surat kecil-ku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…
Ke dunia yang Kau berikan padaku..
10 Hewan Mitologi Yang Melegenda
1. Dragon
2. Pegasus
3.Phoenix
4.Buraq
5.Cerberus
6.Chimera
7. Kirin
8.Kraken
9.Lochness
10. Kappa
Dan itulah kesepuluh Hewan yang hingga kini menjadi mitos di kalangan dunia.
Rabu, 11 April 2012
America's First Spaceship: Project Mercury (Infographic)
Selasa, 10 April 2012
Venus, Second Planet from the Sun, Brightest Planet in Solar System
Venus, the second planet from the Sun, is named for the ancient Roman goddess of love and beauty. The planet — the only planet named after a female — may have been named for the most beautiful deity of her pantheon because it shone the brightest of the five planets known to ancient astronomers.
In ancient times, Venus was once thought to be two different stars, the evening star and the morning star — that is, the ones that first appeared at sunset and sunrise. In Latin, they were respectively known as Vesper and Lucifer. In Christian times, Lucifer, or "light-bringer," became known as the name of Satan before his fall.
Physical Characteristics of the Planet Venus
Venus and Earth are often called twins because they are similar in size, mass, density, composition and gravity. However, the similarities end there. [Photos of Venus, the Mysterious Planet Next Door]
Venus is the hottest world in the solar system. Although Venus is not the planet closest to the sun, its dense atmosphere traps heat in a runaway version of the greenhouse effect that warms up the Earth. As a result, temperatures on Venus reach 870 degrees F (465 degrees C), more than hot enough to melt lead. Probes that scientists have landed there have survived only a few hours before getting destroyed.
Venus has a hellish atmosphere as well, consisting mainly of carbon dioxide with clouds of sulfuric acid, and scientists have only detected trace amounts of water in the atmosphere. The atmosphere is heavier than that of any other planet, leading to a surface pressure 90 times that of Earth.
Six mountainous regions make up about one-third percent of the Venusian surface. One mountain range, called Maxwell, is about 540 miles (870 kilometers) long and reaches up to some 7 miles (11.3 kilometers) high, making it the highest feature on the planet.
Venus also possesses a number of surface features unlike anything on the Earth. For example, Venus has coronae, or crowns — ringlike structures that range from roughly 95 to 360 miles (155 to 580 kilometers) wide. Scientists believe these formed when hot material beneath the crust rises up, warping the planet’s surface. Venus also has tesserae, or tiles — raised areas in which many ridges and valleys have formed in different directions.
Not only are conditions on Venus infernal, an ancient name for Venus was even Lucifer. This name did not carry any fiendish connotations, however — Lucifer means "light-bringer," and when seen from Earth, Venus is brighter than any other planet or even any star in the night sky because of its highly reflective clouds and its closeness to our planet.
Venus takes 243 Earth days to rotate on its axis, by far the slowest of any of the major planets, and because of this sluggish spin, its metal core cannot generate a magnetic field similar to Earth's.
Venus's Orbital Characteristics
If viewed from above, while most planets rotate the same way on their axes, Venus rotates the opposite way. While on Earth, the sun appears to rise in the east and set in the west, if on Venus, the sun would rise in the west and set in the east. [Venus Transit Of 2004: 51 Photos Of Rare Celestial Sight]
The Venusian year — the time it takes to orbit the sun — is about 225 Earth days long. At the same time, it takes Venus 243 Earth days to rotate on its axis, which normally would mean that days on Venus would be longer than years. However, because of Venus' curious retrograde rotation, the time from one sunrise to the next is only about 117 Earth days long.
Composition & Structure
- Atmospheric composition (by volume)
Venus magnetic field is 0.000015 times that of Earth's field.
- Internal structure
Venus' molten rocky mantle is roughly 1,200 miles (3,000 kilometers) thick.
Venus' crust is mostly basalt, and is estimated to be six to 12 miles (10 to 20 kilometers) thick on average.
Orbit & Rotation
Average Distance from the Sun
English: 67,237,910 miles
Metric: 108,208,930 km
By Comparison: 0.723 times that of Earth
Perihelion (closest)
English: 66,782,000 miles
Metric: 107,476,000 km
By Comparison: 0.730 times that of Earth
Aphelion (farthest)
English: 67,693,000 miles
Metric: 108,942,000 km
By Comparison: 0.716 times that of Earth
(Source: NASA)
The very top layer of Venus' clouds zip around the planet every four Earth days, propelled by hurricane-force winds traveling roughly 224 miles (360 kilometers) per hour. This super-rotation of the planet's atmosphere, some 60 times faster than Venus itself rotates, may be one of Venus' biggest mysteries. The winds at the planet's surface are much slower, estimated to be just a few miles per hour.
The Venus Express spacecraft the European Space Agency launched in 2005 intriguingly found evidence of lightning on the planet. This lightning is unique from that found on the other planets in the solar system that possess it, in that it is the only lightning known that is not associated with water clouds. Instead, on Venus, the lightning is associated with clouds of sulfuric acid. Scientists are excited by these electrical discharges, because they can break molecules into fragments that can then combine with other fragments in unexpected ways.
Unusual stripes in the upper clouds of Venus are dubbed "blue absorbers" or "ultraviolet absorbers" because they strongly absorb light in the blue and ultraviolet wavelengths. These are soaking up a huge amount of energy — nearly half of the total solar energy the planet absorbs. As such, they seem to play a major role in keeping Venus as hellish as it is. Their exact composition remains uncertain.
Venus's Moons or Rings
Venus has no moons or rings.
Research & Exploration
The United States, Soviet Union, and European Space Agency have deployed many spacecraft to Venus, more than 20 in all so far. NASA's Mariner 2 came within 21,600 miles (34,760 kilometers) of Venus in 1962, making it the first planet to be observed by a passing spacecraft. The Soviet Union's Venera 7 was the first spacecraft to land on another planet, and Venera 9 which returned the first photographs of the Venusian surface. The first Venusian orbiter, NASA's Magellan, generated maps of 98 percent of the planet's surface using radar, showing details of features as small as 330 feet (100 meters) across.
The European Space Agency's Venus Express is now in orbit around Venus with a large variety of instruments, and has confirmed the presence of lightning there. The next mission to Venus, Japan's Akatsuki, was launched in 2010, and will follow Venus' thick cloud layers as they are whipped around the planet by hurricane-force winds.
Langganan:
Postingan (Atom)